17 Agustus 1945, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (Mengenang Sejarah)

Beberapa hari lagi kita dan seluruh rakyat Indonesia akan memasuki hari ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia (HUT RI).

Untuk memperingati hari ulang tahun RI yang ke 74 ini clicktri.com akan menyajikan artikel untuk mengenang sejarah panjang perjalanan negara tercinta kita ini.

Jumat, 17 Agustus 1945 adalah hari paling bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia, ketika Ir. soekarno memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Setelah berada di bawah kolonialisme Belanda selama lebih dari tiga setengah abad dan kolonialisme Jepang selama tiga setengah tahun, rakyat Indonesia akhirnya mencapai cita-cita mereka untuk menjadi bangsa yang merdeka.

berikut ini adalah highlights dari perjalanan sejarah panjang Indonesia, sejak kolonialisme Belanda hingga proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Awal Kolonialisme Belanda


Dalam pencarian mereka untuk rempah-rempah, Portugis tiba di Indonesia pada 1511, diikuti oleh orang-orang Spanyol. kemudian, Belanda juga mulai mencari rempah-rempah di Indonesia, yang mereka jual di pasar Eropa dengan keuntungan besar, dan mendirikan Perusahaan India Timur Belanda (VOC) pada 1602.

Pada 1605, kolonialisme Belanda mulai memiliki pijakan di wilayah Indonesia. ibu kota Sunda Kelapa dinamai "Batavia" oleh Belanda.

Perang Melawan Belanda


Sultan Hasanuddin dari Goa berperang melawan Belanda pada tahun 1666, tetapi ia dikalahkan. Pangeran Trunojoyo dari Madura juga berperang melawan Belanda. Ia dikalahkan dan dibunuh pada tahun 1680pada 1740, Belanda menekan pemberontakan di Jakarta yang dipicu oleh orang-orang Tionghoa yang tidak puas, yang kemudian bergabung dengan orang Indonesia. Sepuluh ribu orang Cina terbunuh.

Peraturan Sementara Inggris


pada 1714, Inggris datang ke Indonesia dan membangun Fort York di Bengkulu di pantai barat Sumatera yang kemudian dinamai Fort Marlborough. Inggris tetap di Bengkulu sampai 1825.

selama perang Napoleon di Eropa ketika Belanda diduduki oleh Perancis, Indonesia jatuh di bawah kekuasaan British East India Company (1811-1816). Sir Thomas Stanford Raffles diangkat sebagai Letnan Gubernur Jenderal Jawa dan dependensi.

setelah jatuhnya Napoleon, dan akhir pendudukan Prancis di Belanda, Inggris dan Belanda menandatangani konvensi di London pada 13 Agustus 1814, di mana disepakati bahwa harta kolonial Belanda yang berasal dari 1803 dan seterusnya harus dikembalikan ke Administrasi Belanda. di Batavia. dengan demikian, Republik Batavia merebut kembali kepulauan Indonesia dari Inggris pada tahun 1815.

Kembalinya Kolonialisme Belanda


Segera Belanda memperkuat pemerintahan kolonial mereka. Tapi ini hanya memicu pemberontakan untuk merebut kebebasan. thomas Matulessy (Pattimura) melancarkan pemberontakan terhadap Belanda di Maluku (1816-1818). Pangeran Diponegoro dari Mataram memimpin perjuangan sengit untuk kebebasan yang dikenal sebagai Perang Jawa 1825-1830. tuanku Imam Bonjol memimpin Perang Padri di Sumatera Barat, sementara Teuku Umar memimpin Perang Aceh di Sumatera Utara (1873-1903). Raja Sisingamangaraja dari Batak berputar melawan Belanda pada tahun 1907. Upaya pasukan Belanda untuk menduduki Bali pada tahun 1908 ditolak oleh Raja Udayana. pemberontakan juga meletus di Goa, Sulawesi Selatan, dan di Kalimantan Selatan.

Gerakan Nasionalis


Ketika semua perang kemerdekaan regional itu gagal, kaum nasionalis Indonesia mulai memikirkan perjuangan yang lebih terorganisir melawan kolonialisme Belanda. langkah tersebut dimulai dengan pendirian Boedi Oetomo oleh Dr. Soetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Organisasi intelektual Indonesia ini awalnya dibentuk untuk tujuan pendidikan tetapi kemudian berubah menjadi politik.

pada tahun 1911, Sarekat Dagang Islam (Masyarakat Pengusaha Muslim) dibentuk oleh Haji Samanhudi dan lainnya. Tujuan awalnya adalah untuk memotivasi dan mempromosikan bisnis Indonesia di Hindia Belanda. namun, pada 1912, organisasi ini berubah menjadi partai politik dan dinamai Sarekat Islam.

Pada bulan Desember 1912, Partai Indonesia didirikan oleh Douwes Dekker bersama Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantoro (Suwardi Suryaningrat). tujuan partai ini adalah mengupayakan kemerdekaan penuh bagi Indonesia. Ketiga pemimpin partai diasingkan oleh pemerintah kolonial pada tahun 1913.

Pada tahun 1924, Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (Persatuan Pelajar Indonesia) dibentuk oleh Drs. Mohammad Hatta, Dr. Sukiman dan lainnya. organisasi ini menjadi kekuatan pendorong gerakan nasionalis untuk mendapatkan kemerdekaan.

Pada tanggal 28 Oktober 1928, delegasi ke Kongres Pemuda Indonesia di Jakarta berjanji komitmen untuk Satu Bangsa, Satu Tanah Air dan Satu Bahasa. lagu "Indonesia Raya" diperkenalkan untuk pertama kalinya di Kongres Pemuda Indonesia ke-2 oleh komposernya, Wage Rudolf Supratman.

Pada bulan Desember 1929, otoritas kolonial Belanda menangkap Ir. Soekarno yang menyulut protes luas oleh orang Indonesia. Pada tahun 1934, Drs. mohammad Hatta, Sutan Syahrir dan para pemimpin nasionalis lainnya ditangkap oleh Belanda dan dikirim ke pengasingan.

Pendudukan Jepang


Setelah serangan Jepang di Pearl Harbor di Hawaii, Angkatan Bersenjata Jepang menduduki beberapa negara Asia Tenggara. setelah jatuhnya Singapura, Jepang menginvasi Hindia Belanda dan tentara kolonial Belanda menyerah pada bulan Maret 1942. Soekarno dan Hatta dibebaskan dari penahanan mereka.

karena kesulitan yang diderita oleh Jepang yang disebabkan oleh pemberontakan Indonesia, pasukan pendudukan Jepang di Indonesia akhirnya menyerah untuk mengakui bendera merah-putih Indonesia sebagai bendera nasional Indonesia, yang diikuti oleh pengakuan "Indonesia Raya" sebagai lagu kebangsaan dan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

Proklamasi


Kekalahan terakhir Jepang setelah dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 mendorong Jepang untuk menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Ini merupakan peluang besar bagi Ir. Soekarno dan Drs. mohammad Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Draf ini disiapkan hanya beberapa jam sebelumnya, pada malam 16 Agustus, oleh Soekarno, Hatta, dan seorang siswa bernama Subarjo. Di bawah Teks Deklarasi

PROKLAMASI



kami, bangsa Indonesia, dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang tentang pemindahan kekoeasaan d.l.l, diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Jakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 45
Atas nama bangsa Indonesia

Republik Indonesia dibentuk berdasarkan Pancasila di bawah konstitusi pada tanggal 18 Agustus 1945. Bendera Merah Putih secara resmi diterima sebagai Bendera Nasional Indonesia dan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional.

Ir. soekarno terpilih sebagai Presiden dan Drs Indonesia pertama. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden. Pada 5 September 1945, Kabinet Presiden dibentuk dengan Presiden Soekarno sebagai Perdana Menteri.

Sumber: bali3000.com

0 Response to "17 Agustus 1945, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (Mengenang Sejarah)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel